Teori Guru PLB

Flexslider

    Cara Mengembangkan Bentuk Soal dalam kegiatan Pembelajaran

    Mengembangkan Bentuk Soal dalam kegiatan Pembelajaran yang baik menurut Tyler (1949)

    Tidak mudah membentuk Soal Kegiatan Pembelajaranberupa evaluasi. Dari definisi para akhi khususnya pemikiran Tyler, ia menjelaskan evalusasi adalah proses penentuan sampai seberapa jauh suatu perubahan tingkah laku terjadi. Proses evaluasi mencangkup kegiatan perencanaan, pengumpulan data, pengelolaan data, penafsiran data dan pemberian nilai
    Salah satu kegiatan evaluasi dalam mengembangkan tes, menurut jenisnya tes dibagi menjadi dua bagian yaitu tes dan non tes.
    Yang termasuk dalam tes adalah
    1. Tes Lisan
    2. Tes Tindakan
    3. Tes Tulisan
    Tes Tulisan berupa : Essay, objektif, pilihan ganda, benar salah, menjodohkan, jawaban singkat dan melengkapi
    Sedangkan yang termasuk non tes adalah:
    1. Pedoman Observasi
    2. Angket
    3. Skala Penilaian
    4. Skala Sikap
    5. Anekdot
    6. Portofolio 
    Itulah beberapa informasi Mengembangkan Bentuk Soal dalam kegiatan Pembelajaran yang mungkin bisa bermanfaat bagi pengunjung setia Blog Guru Sertifikasi Pendidikan Luar Biasa GSPLB. 

     

    Tujuh Langkah, Cara Menanggulangi Anak Berkesulitan Belajar

    Solusi jika anak Anda berkesulitan belajar, lakukan 7 langkah menjadi orang tua yang baik.

    Banyak hal yang belum kita pahami tentang prilaku dan tingkat prestasi anak. Sekaligus Pelajari ketidak mampuan anak ketika belajar. Semakin kita menggali informasi, semakin kita punya pengetahuan untuk membantu diri kita sendiri dan anak tentunya. Ada bebrapa referensi dan cara menaggulangi anak berkesulitan belajar.

    Lakukan beberapa hal di bawah ini :
      
    #1. Pujilah anak Anda ketika dia mengalami kondisi suram. 
    Anak-anak dengan ketidakmampuan belajar seringkali memperoleh keunikan berupa pretasi di bidang lain. Cari tahu apa yang sebenarnya mereka minati ! Entah itu menari, bermain bola atau mengoprasikan komputer. Berikan kesempatan kepada mereka untuk meminati dan berkreasi dengan hal tersebut.


    #2. Cari tahu cara belajar yang menyenangkan buat dia. 

    Apakah dia lebih nyama jika belajar langsung tanpa ada ceramah yg berlebihan. Cobalah untuk lebih aplikatif jika ingin menyampaikan suatu gagasan. Anak berkesulitan belajar senang jika belajar seperti hal tersebut.

    #3. Libatkan anak Anda dalam hal pekerjaan rumah tangga, jika ia mau, baik bagi perkembangan mentalnya.

    Ini dapat membangun rasa percaya diri dan keterampilan si anak. Simpan instruksi sederhana, memecah tugas ke dalam langkah-langkah kecil, dan menghargai usaha anak Anda dengan pujian.

    #4. Jadwalkan pekerjaan rumah baginya. 
    Hal ini meningkatkan rasa tanggung jawab anak.  Baca lebih lanjut tentang bagaimana membantu anak Anda menjadi sukses di pekerjaan rumah. (Lihat daftar sumber daya pada akhir.)

    #5. Perhatikan kesehatan mental anak Anda (dan Anda sendiri!). 
    Menghadapi anak berkebutuhan khusus tidaklah mudah, jadi sangat penting jika kita sebagai orang tua atau pendidik harus berkonsultasi secara intens dengan orang yg lebih berpengalaman. Hal ini membantu kita untuk tidak mudah frustasi menghadapi mereka. Karena, jika kita tenang dan tahu menghadapi prilaku "aneh" mereka, kita juga membuat emosi atau ketrampilan sosial mereka lebih baik dari sebelumnya. Mereka lebih banyak mempelajari keterampilan sosial dari kita sebagai pendidik atau orang tua.


    #6. Bicara dengan orangtua lain yang anaknya memiliki ketidakmampuan belajar. 
    Pentingnya kita sebagai pendidik atau orang tua untuk salaing bertukar pengalaman dengan orang lain yang sama-sama memiliki anak berkebutuhan khusus. Hal ini sangat baik bagi wawasan dan motivasi kita sebagai orang tua.

    #7. Bertemu dengan personil sekolah dan membantu mengembangkan rencana pendidikan untuk memenuhi kebutuhan anak Anda. 
    Rencanakan akomodasi terhadap kebutuhan anak Anda, dan jangan lupa untuk berbicara tentang teknologi untuk melayani kebutuhan anak Anda.

    Nah, itulah beberapa cara jika kita sedang merawat atau mendidik anak berkebutuhan khusus dalam hal ini lambat belajar secara akademik.

    Ciri dan Gejala Anak Disgraphia, Sudah kah Kita mengenali mereka ?

    Ciri dan Gejala Anak Disgraphia, Sudah kah Kita mengenali mereka ?



    Sebagai Guru atau Orang tua, sudah tentu harus bertanggung jawab dalam pemerolehan pendidikan yang tepat sasaran sesuai potensi dan tahap perkembangan Anak. Bukan hanya prestasi anak yang di perhatikan, tapi, ketidak mampuan belajarpun patut diperhatikan.

    Begitu beraneka ragam kemampuan Anak. Bisa saja Anak kita mengalami masalah tapi kita tidak memahaminya.

    Mungkin kita sering mengatakan Anak itu Bodoh, tulisannya jelek, bahkan berkali-kali diajarkan malah lebih menurun minat belajarnya.

    Nah, bagaimana jika kita keliru memahami kemampuan anak ? Sudah kah kita mengenal masalah Anak secara holistik ?

    Sedikit gambaran, ini dia beberapa kesulitan atau masalah pada anak yang di kategorikan sebagai (Anak berkebutuhan Khsus). Siapa sih Anak Berkebutuhan Khusus (ABK) itu ?

    Sudah kah kita mengenal Anak Dysgraphia ?

    #1. Beberapa ciri-ciri atau Gejala dari Dysgrafhia
    Para siswa dengan dysgraphia adalah melawan banyak.

    Perlu juga di pahami, dengan kebutuhan khusus seperti ini sangat rentan dengan prilaku melawan atau (Aktif).

    Gejala bisa kita lihat seperti di bawah ini

        a. Kemampuan verbal yang kuat tapi keterampilan menulis miskin
        
    b. Kesalahan tanda baca yang acak atau tidak ada
        
    c . Kesalahan ejaan atau pembalikan
        
    d. Umumnya terbaca tulisan Inkonsistensi seperti campuran cetak dan kursif atau atas dan huruf kecil
       
    e.  Ukuran tidak teratur , bentuk, dan huruf miring
        
    f. Kata Unfinished atau huruf dan kata dihilangkan secara tertulis
        
    g. Posisi yang tidak konsisten pada halaman - spasi di antara kata-kata dan huruf - garis dan margin
        
    h. Sempit atau tidak biasa pegangan pensil
       
    i.  Berbicara dengan diri sendiri saat menulis
       
    j.  
    Memperlambat atau bekerja menyalin atau menulis


    Namun, teknologi telah menjadi alat bagi guru untuk membantu siswa menjadi lebih mandiri dan mencapai tujuan pembelajaran individu. Bantu teknologi telah menjadi fokus besar dalam tulis menulis .



     #2 Adapun Jenis  Dysgraphia
    a) Penderita Disleksia Dysgraphia - adalah bentuk disleksia yang ditandai dengan kesalahan ejaan dan tulisan tangan tak terbaca .

    b ) motor Dysgraphia - karena kekurangan keterampilan motorik halus , ketangkasan miskin, otot miskin dan / atau kekikukan gerak . Kerja tertulis , baik dibuat dan disalin , terbaca . Formasi huruf yang tepat membutuhkan usaha ekstrim dan jumlah yang tidak masuk akal waktu biasanya diperlukan untuk menyelesaikan tugas-tugas tertulis. Menulis sering miring karena memegang objek penulisan salah. Keterampilan ejaan tidak terganggu .

    c ) Dysgraphia Spasial - karena cacat dalam pemahaman ruang . Secara spontan kerja tertulis terbaca serta pekerjaan disalin . Ejaan biasanya normal . Siswa dengan dysgraphia Spasial sering mengalami kesulitan menjaga tulisan mereka di garis dan mengalami kesulitan dengan jarak antara kata-kata .

    d ) Fonologi Dysgraphia - ditandai dengan menulis dan mengeja gangguan di mana ejaan kata-kata asing , non - kata , dan kata-kata fonetis tidak teratur terganggu . Individu dengan dysgraphia fonologi juga mampu menahan fonem dalam memori dan memadukannya dalam urutan yang tepat untuk menghasilkan kata target .

    e ) leksikal Dysgraphia - ketika seseorang bisa mengeja tetapi bergantung pada pola suara -to - surat standar dengan salah mengeja kata-kata yang tidak teratur . Hal ini lebih sering terjadi pada bahasa seperti bahasa Inggris dan Perancis yang kurang fonetik dari bahasa seperti Spanyol . Jenis Dysgraphia sangat jarang pada anak-anak .
    Beberapa anak mungkin memiliki lebih dari satu jenis dysgraphia . Gejala , dalam kenyataannya , mungkin berbeda dalam presentasi dari apa yang tercantum di sini
    ( Solusi Handwriting , n.d. )
    dan Julie Kendell dan Deanna Stefanyshyn ( 2012 )

    Mari kita mengenal Anak Berkebutuhan Khusus (ABK)


     Mari kita mengenal Anak Berkebutuhan Khusus (ABK)

    Mengenal Anak Berkebutuhan Khusus (ABK) secara holistik. Dapat saya urutkan sebagai berikut dalam beberapa tahapan pengenalan, yakni ;
    #1. Ini dia Beberapa Istilah Anak Berkebutuhan Khusus
    a.       Exceptional child,
    b.       Disability child,
    c.       Handicapped child,
    d.        Impairment child,
    e.       Children with special needs
    #2. Kenapa Harus dikatakan Anak Berkebutuhan Khusus ?
    Menurut Kirk & Gallagher (1979). ABK adalah mereka yang menyimpang dari rata-rata atau “normal” dalam beberapa hal di bawah ini :
                    1. Karakteristik mental
                    2. Kemampuan sensoris
                    3. Neuromotor atau fisik
                    4. Perilaku sosial
                    5. Kemampuan berkomunikasi
                    6. Gabungan dari variabel-variabel

    #3. Harus tahu Pengertian Anak Berkebutuhan Khusus
          Anak Berkebutuhan Khusus adalah Peserta didik yang memiliki tingkat kesulitan dalam mengikuti proses pembelajaran karena kelainan fisik, emosional, mental, sosial, dan/atau memiliki potensi kecerdasan  serta bakat istimewa.
    #4. Klasifikasi Anak Berkebutuhan Khusus dalam Pendidikan
              Gangguan penglihatan
              Gangguan pendengaran
              Gangguan Intelegensi
              Gangguan Perilaku
              Kesulitan Akademik
              Gangguan fisik
              Keberbakatan khusus
              Autistik

Feature